|
Pertambahan penduduk dan peningkatan aktivitas masyarakat yang semakin pesat telah mengakibatkan meningkatnya produksi sampah. Namun Tempat Pembuangan Akhir (TPA) bukan solusi akhir dalam penanganan sampah, tutur Jaya Arjuna, pengamat lingkungan hidup pada Diskusi Permasalahan Sampah di Medan yang diprakarsai Forum Anak Negeri di kampus AMIK-MBP Medan, Kamis (21/10).
Jaya juga berpendapat bahwa TPA hanya akan menimbulkan masalah baru, yaitu pencemaran lingkugan hidup. Hal ini didukung dengan hasil penelitian bahwa selain menimbulkan gas metan (CH4), penimbunan sampah pada lahan TPA juga menghasilkan cairan yang disebut dengan Leachate yang merupakan sumber pencemaran terhadap tanah, aliran air permukaan dan juga air tanah dangkal. Bahkan secara kimia, logam berat yang dihasilkan tumpukan sampah dapat menyerang saraf yang berujung pada penyakit autis. Masih menurutnya, jika digeluti lebih lanjut TPA hanya sekedar tempat penimbunan sampah dari masyarakat tanpa adanya jaminan bahwa hal tersebut adalah jalan terakhir penanganan sampah. “Artinya TPA tak menjawab permasalahan sampah itu sendiri,” terangnya. Ia berpandangan kalau saat ini pemerintah, khususnya Pemko Medan belum serius untuk permasalahan yang satu ini. “Seharusnya dilakukan pengolahan sampah bukan hanya penimbunan sampah,” tambahnya. Jaya mengusulkan agar Pemko Medan sekarang ini mulai melakukan inventarisasi terhadap berbagai persoalan menyangkut penanganan kebersihan lingkungan. Dia melihat, secara konsep langkah-langkah untuk mengatasi persoalan sampah sudah dibuat, hanya saja implementasinya masih perlu dipertanyakan. (Kartini Zalukhu) |