|
Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMipa) USU, Prof. Em. A.T. Barus, M.Sc wafat pada usia 80 tahun, Jumat (8/1). Sebelum tutup usia, Prof Barus telah dibawa ke Rumah Sakit Haji Medan (2/1) karena adanya gangguan paru-paru.
“Awalnya gangguan paru-paru, tapi sepekan terakhir malah merembet kemana-mana,” terang Armand Barus, putra sulung mendiang. Armand juga menjelaskan bahwa Prof Barus memang sering sesak nafas ketika berjalan. Namun, baru seminggu terakhir kondisinya semakin parah. Rencananya, Prof Barus akan dimakamkan Minggu (10/1) di pemakaman keluarganya di Deli Tua, Deli Serdang. Sebelum dimakamkan, akan digelar upacara pelepasan jenazah di Biro Rektorat USU. Selain itu juga ada prosesi adat yang akan digelar di Jambur Namaken, Padang Bulan Medan, serta prosesi agama di Gereja Batak Kristen Protestan Padang Bulan, Medan. Prof Barus telah mengukir banyak sejarah besar di USU. Ia adalah pendiri sekaligus dekan pertama FMipa pada tahun 1965. Ia juga merupakan salah satu pendiri Fakultas Teknik USU pada tahun 1959 dan jurusan Teknik Mesin. Pada masa Harry Soewondo menjabat sebagai Rektor USU, ia juga pernah menjabat sebagai pembantu rektor I. Pengabdiannya sebagai dosen baru terhenti tahun 2006 lalu, dikarenakan keterbatasan fisik. Seperti dikatakannya kepada SUARA USU pada 26 Oktober tahun lalu. Prof Barus meninggalkan seorang istri, lima orang anak dan tiga orang cucu. Armand mengaku sangat bangga pada ayahnya. “Sejak kecil, ia selalu mengajarkan kami kesederhanaan,” ujar Armand. Selain itu, menurutnya Prof Barus juga sosok ayah yang supel dan santun kepada semua kalangan. (Ahmad Hidayat) |