Sosok
Amir Zebua: Mengeluh itu VirusSiang itu Kota Medan benar-benar menebar hawa panas yang terpancar dari teriknya sang surya. Pencapaian suhu mencapai titik 32 derajat celcius. Butir-butir keringat keluar dari setiap pori kulit yang menganga kepanasan. Teman saya mengeluh tak henti-henti sambil mengipas-ngipas wajahnya dengan kertas selebaran. Pun saya sekali dua kali terkena ‘virus aksi’ serupa. Mengeluarkan umpatan-umpatan kejengkelan terhadap sebuah energi yang tak pantas disalahkan sambil duduk di atas kursi becak bermotor dalam perjalanan menuju sebuah kantor pemerintahan. Terakhir Diupdate (Selasa, 03 Agustus 2010 16:07) |
||
|




Tak ada yang tak mungkin, itulah yang terpikir oleh seorang anak muda bernama Bima Surya. Anak Medan kelahiran Sidikalang, 5 Oktober, 27 tahun yang lalu ini mengandalkan bakatnya dalam bidang musik dan kreativitas yang diperolehnya pada saat mengenyam pendidikan di Institut Teknologi Harapan Bangsa Bandung (angkatan 2003) untuk dijadikan bisnis.











